HOME    PROFIL      PRODUK     BERITA     KONSULTASI

DETAIL BERITA

11-12-2009
 
2,2 Juta Anak Tak Sekolah
 

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekitar 2,2 juta anak usia wajib belajar, yakni usia 7-15 tahun, belum dapat menikmati pendidikan dasar sembilan tahun. Berbagai faktor yang menyebabkan mereka tak bisa sekolah, antara lain, ialah sulitnya akses ke sekolah, kurangnya kesadaran orangtua, dan faktor ekonomi.

Berdasarkan data Depdiknas, pada tahun ajaran lalu anak usia 7-12 tahun berjumlah 26,3 juta jiwa, tetapi yang bersekolah hanya 26 juta orang sehingga ada sekitar 288.478 orang yang tak bersekolah. Anak berusia 13-15 tahun berjumlah 12,89 juta jiwa, tetapi yang bersekolah hanya sekitar 11 juta orang sehingga yang tak bersekolah 1,87 juta orang.

Adapun anak usia 16-18 tahun berjumlah 12,89 juta jiwa, tetapi yang bersekolah hanya 7,3 juta orang sehingga ada sekitar 5,5 juta orang yang tak bersekolah. Beranjak ke usia yang lebih tinggi, ada sekitar 25 juta orang berusia 19-24 tahun yang merupakan usia kuliah, tetapi yang kuliah hanya 4,3 juta orang sehingga ada sekitar 20,7 juta orang yang tak mengenyam bangku kuliah.

”Mestinya pemerintah serius terhadap persoalan ini, terutama menyangkut anak-anak yang tak mengenyam pendidikan dasar,” kata S Hamid Hasan, pengamat pendidikan, di Jakarta, Kamis (10/12).

Sarana minim

Di daerah pedalaman, penyebab tingginya anak yang tak mengenyam pendidikan banyak faktor, antara lain, keterbatasan fasilitas, kesulitan ekonomi keluarga, dan faktor ekonomi keluarga.

”Selain jumlah anak yang tak bersekolah tinggi, angka putus sekolah juga tinggi. Bisa mencapai 50 persen,” kata Sudiyanto, Kepala SDN Kartamulia 1, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah.

Kendala sarana dan prasarana pendidikan di sejumlah daerah, seperti di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, membuat banyak anak berkebutuhan khusus dalam usia belajar sulit mengenyam pendidikan formal. Sekolah luar biasa yang hanya satu, lokasinya di ibu kota kabupaten, sehingga sulit diakses.

Selamatkan remaja

Keprihatinan terhadap remaja Indonesia yang putus sekolah mendorong Sampoerna Foundation bersama 34 partnernya menggelar kampanye Save a Teen atau Selamatkan Remaja. Kampanye tersebut bertujuan membangkitkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dengan menyalurkan donasi yang digalang di mal-mal, tempat hiburan, restoran, bank, hingga hotel di Jakarta dan Bandung.

”Kami berharap kampanye ini dapat mengumpulkan donasi sekitar Rp 10 miliar. Dana tersebut ditargetkan bisa membiayai lebih dari 12.000 siswa SMP dan SMA di seluruh Indonesia,” kata Vira Soekardirman, Sales Director Putera Sampoerna Foundation.

Beasiswa pendidikan untuk remaja yang berpotensi, tetapi terkendala ekonomi itu diberikan selama tiga tahun. Untuk siswa SMP, besarnya Rp 100.000 per bulan, sedangkan siswa SMA Rp 200.000 per bulan.

 
 
     
 

  Berita
  
  Judul :
Hebat, Indonesia Raih Gelar di Olimpiade Robot Dunia!
  Isi Singkat :

Tim Indonesia berhasil meraih juara kedua dan ketiga untuk kategori "Junior Regular Category" di ajang Olimpiade Robot Dunia (World Robot Olympiad/WRO) 2009 yang berlangsung pada 6-8 November 2009 lalu di Korea Selatan.



_____________________
  Judul :
Mahasiswa dari Seleksi Nilai Raport Lebih Berprestasi
  Isi Singkat :

Perguruan tinggi negeri (PTN) rata-rata menyediakan 30 persen kuota untuk mahasiswa baru dari jalur seleksi nilai raport. Mahasiswa dari jalur ini dinilai lebih baik prestasinya dari mahasiswa dari jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri atau SNMPTN.



_____________________
  Judul :
Tiga Mahasiwa Teknik Indonesia Raih Penghargaan di Jerman
  Isi Singkat :

Perusahaan Jerman, Daimler AG, yang terkenal dengan mobil mewahnya Mercedez Benz dan UNESCO menganugerahkan penghargaan Mondialogo Engineering Award kepada tiga orang mahasiswa teknik Indonesia berprestasi. Mereka terpilih diantara 60 mahasiswa dari 28 negara yang terbagi dalam 30 proyek di bidang pembangunan, pengentasan kemiskinan dan lingkungan dalam siaran pers yang diterima redaksi Republika Online, Kamis



_____________________
   Link
  Pencarian
  Search:
  
  
  Artikel
  Statistik Situs
  Pengunjung
:6908
  Hits
:9235
 
 
Jl. Ki Hajar Dewantara Klaten 57438, Jawa Tengah, Indonesia
Telp. (0272) 322445, Fax (0272) 322607
E-mail : cempaka@cempakaputih.com